Gelap gulita kini rumahku, entah cobaan apa yang telah
melanda keluargaku. Ini di mulai saat aku punya sebuah mobil truck cicilan yang
rencananya akan di jadikan sebuah usaha yang mampu menambah penghasilan
keluargaku ini yang tadinya ibuku hanyalah serang penjual dan ayahku hanyalah
seorang pembuat lemari. Mobil itu ada bukan karena kehendak ayah ku tapi kehendak seorang keluarga jauh yang
ingin mengeluarkan sebuah mobil truck cicilan atas nama ayahku.
Seiring berjalannya waktu, keluargaku itu tidak jadi untuk
melanjutkan rencananya untuk memiliki sebuah mobil truck cicilan. Dan yang
terjadi ayahku berkata” daripada uang dia sia-sia karena telah menjadi panjar
dan juga aku tidak ingin namaku jelek di sebuah perusahaan, mending aku yang
ngelanjutin untuk cicil mobil truck itu dan mencoba untuk menjalankan usaha
baru yaitu jual batu, pasir, tanah, dan lainnya”.
Waktu terus berjalan, hari demi hari dan bulan demi bulan
di lalui. Setiap akan datangnya hari di mana ayahku akan membayar cicilan mobil
trucknya dia terus mendapat masalah yaitu sulitnya mendapat bayaran untuk mobil
trucknya itu. Bagaimana tidak sopirnya udah beberapa kali diganti karena
beberapa sopir yang telah bergabung denngan ayahku itu rata-rata pemalas dan
pembohong.
Dari situasi inilah keluargaku mulai memberanikan meminjam
uang pada saudara-saudara mereka mereka. Yang dulunya malu untuk meminjam kini
jadi berani dengan harapan dapat melunasinya di waktu yang akan datang.
Angsuran yang harus di bayar bukan hanya sekali tapi di bulan berikutnya mereka
kekurangan biaya lagi yang samapai- sampai hutang di saudara mereka belum lunas
eh malah dia yang tadinya sangat takut untu ambil pinjaman pada orang lain
malah kebalik.
Mereka mulai memberanikan diri untuk meminjam uang di
sebuah perusahaan peminjaman uang dengan mengandalkan sebuah sepeda motor milik
adik aku. Waktu terus berjalan, mereka sangat kepepet untuk bisa meminjam uang
untung melunasi angsuran mobilnya. Yah inilah mungkin yang di katakan bang Haji
Rhoma Irama “Gali lobang tutup lobang”.
Untung saja ada orang yang berminan menerima gadaian motor milik adik
saya yang sebelumnya sering di tolak oleh beberapa perusahaan peminjam uang.
Dan orang itu juga adalah keluarga jauh yang begitu baik, terimakasih yah,,,.
Entah apa yang terjadi pada ayahku yang tidak mau sekali
untuk stop usaha dia itu ataukah dia memberikan saja krpada orang lain yang
ingin melanjutkan angsurannya itu. Aku mulai bingung dengan situasi ini yang
entah aku tidak tau mau berbuat apa. Aku mau kerja untuk membantu menutupi
hutang mereka tapi semangatku down dengan semua ini. Aku jadi pemalu oleh
beberapa orang baik itu keluarga sendiri ataupun orang lain. Aku selalu berdoa
agar keluargaku selalu diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini dan terus
berdia agar umur mereka panjang supaya aku bisa menaikkan mereka Haji dengan
hasil kerjaku itu, berharap Amin,,.
Hari demi hari berlalu aku tidak pernah melihat ibuku
sesekali tidak meneteskan air mata. Di mana ibuku selalu menyendiri aku selalu
mengintipnya dan ternyata ibuku sedih bersedu-sedu di sebuah ruang sunyi dengan
tetesan air mata. Bukan ibu yang membuat semua kejadian semua ini tapi yang
harus menaggung malu ini adalah ibu L’. Aku hanya bisa
istigfar dan memohon jalan keluar kepada Allah agar situasi ini cepat berlalu.
Di suatu waktu yang lumayan bahagia tiba-tiba beberapa
orang berseragam datang dan mengetok pintu saya. Ketika dilihatnya dia adalah
seorang pengawas PLN yang sedang meninjau lokasi. Masalah terus bertambah dalam
keluargaku ini, cobaan terus melanda karena Anggota PLN ini datang kerumahku
karena katanya pemakaian rumahku ini melanggar aturan dimana pemakaiannya
melebihi batas normal. Entah apa maksudnya itu tapi beberapa hari lalu lampuku
sering mati dan seorang tekhnisi memperbaikinya walaupun dia bukan dari
perusahaan PLN. Masalah terpecahkan setelah anggota PLN itumengecek ternyata
seorang tekhnisi yang telah memperbaiki lampu rumahku salah dalam memberikan
jumlah kecepatan amper ke rumahku.
Masalah kian telah menjadi atap di rumahku yang sobek
menungguh robahnya menjatuhi kuluargaku. Setelah kejadian itu lampu di rumahku
mati total dan setelah di konfirmasi di PLN ternyata kami harus membayar biaya
perbaikan sebesar kurang lebih 3 juta. Aduh, dimana ayah dan ibuku akan
mendapatkan uang sebesar itu ? sungguh masalah yang tidak ada habisnya dan
sampai sekarang ini semenjak 1 bulanan lebih rumahku selalu gelap di malam hari
karena tidak ada biaya untuk melunasi semua itu. Hidupku tambah dan tambah
gelap dengan semua kejadian ini.






0 komentar:
Posting Komentar