This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Double Cobaan :(



Hasil gambar untuk Rumah gelap
     Gelap gulita kini rumahku, entah cobaan apa yang telah melanda keluargaku. Ini di mulai saat aku punya sebuah mobil truck cicilan yang rencananya akan di jadikan sebuah usaha yang mampu menambah penghasilan keluargaku ini yang tadinya ibuku hanyalah serang penjual dan ayahku hanyalah seorang pembuat lemari. Mobil itu ada bukan karena kehendak ayah ku  tapi kehendak seorang keluarga jauh yang ingin mengeluarkan sebuah mobil truck cicilan atas nama ayahku.
     Seiring berjalannya waktu, keluargaku itu tidak jadi untuk melanjutkan rencananya untuk memiliki sebuah mobil truck cicilan. Dan yang terjadi ayahku berkata” daripada uang dia sia-sia karena telah menjadi panjar dan juga aku tidak ingin namaku jelek di sebuah perusahaan, mending aku yang ngelanjutin untuk cicil mobil truck itu dan mencoba untuk menjalankan usaha baru yaitu jual batu, pasir, tanah, dan lainnya”.
     Waktu terus berjalan, hari demi hari dan bulan demi bulan di lalui. Setiap akan datangnya hari di mana ayahku akan membayar cicilan mobil trucknya dia terus mendapat masalah yaitu sulitnya mendapat bayaran untuk mobil trucknya itu. Bagaimana tidak sopirnya udah beberapa kali diganti karena beberapa sopir yang telah bergabung denngan ayahku itu rata-rata pemalas dan pembohong.
     Dari situasi inilah keluargaku mulai memberanikan meminjam uang pada saudara-saudara mereka mereka. Yang dulunya malu untuk meminjam kini jadi berani dengan harapan dapat melunasinya di waktu yang akan datang. Angsuran yang harus di bayar bukan hanya sekali tapi di bulan berikutnya mereka kekurangan biaya lagi yang samapai- sampai hutang di saudara mereka belum lunas eh malah dia yang tadinya sangat takut untu ambil pinjaman pada orang lain malah kebalik.
     Mereka mulai memberanikan diri untuk meminjam uang di sebuah perusahaan peminjaman uang dengan mengandalkan sebuah sepeda motor milik adik aku. Waktu terus berjalan, mereka sangat kepepet untuk bisa meminjam uang untung melunasi angsuran mobilnya. Yah inilah mungkin yang di katakan bang Haji Rhoma Irama “Gali lobang tutup lobang”.  Untung saja ada orang yang berminan menerima gadaian motor milik adik saya yang sebelumnya sering di tolak oleh beberapa perusahaan peminjam uang. Dan orang itu juga adalah keluarga jauh yang begitu baik, terimakasih yah,,,.
     Entah apa yang terjadi pada ayahku yang tidak mau sekali untuk stop usaha dia itu ataukah dia memberikan saja krpada orang lain yang ingin melanjutkan angsurannya itu. Aku mulai bingung dengan situasi ini yang entah aku tidak tau mau berbuat apa. Aku mau kerja untuk membantu menutupi hutang mereka tapi semangatku down dengan semua ini. Aku jadi pemalu oleh beberapa orang baik itu keluarga sendiri ataupun orang lain. Aku selalu berdoa agar keluargaku selalu diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini dan terus berdia agar umur mereka panjang supaya aku bisa menaikkan mereka Haji dengan hasil kerjaku itu, berharap Amin,,.
     Hari demi hari berlalu aku tidak pernah melihat ibuku sesekali tidak meneteskan air mata. Di mana ibuku selalu menyendiri aku selalu mengintipnya dan ternyata ibuku sedih bersedu-sedu di sebuah ruang sunyi dengan tetesan air mata. Bukan ibu yang membuat semua kejadian semua ini tapi yang harus menaggung malu ini adalah ibu L’. Aku hanya bisa istigfar dan memohon jalan keluar kepada Allah agar situasi ini cepat berlalu.
     Di suatu waktu yang lumayan bahagia tiba-tiba beberapa orang berseragam datang dan mengetok pintu saya. Ketika dilihatnya dia adalah seorang pengawas PLN yang sedang meninjau lokasi. Masalah terus bertambah dalam keluargaku ini, cobaan terus melanda karena Anggota PLN ini datang kerumahku karena katanya pemakaian rumahku ini melanggar aturan dimana pemakaiannya melebihi batas normal. Entah apa maksudnya itu tapi beberapa hari lalu lampuku sering mati dan seorang tekhnisi memperbaikinya walaupun dia bukan dari perusahaan PLN. Masalah terpecahkan setelah anggota PLN itumengecek ternyata seorang tekhnisi yang telah memperbaiki lampu rumahku salah dalam memberikan jumlah kecepatan amper ke rumahku.
     Masalah kian telah menjadi atap di rumahku yang sobek menungguh robahnya menjatuhi kuluargaku. Setelah kejadian itu lampu di rumahku mati total dan setelah di konfirmasi di PLN ternyata kami harus membayar biaya perbaikan sebesar kurang lebih 3 juta. Aduh, dimana ayah dan ibuku akan mendapatkan uang sebesar itu ? sungguh masalah yang tidak ada habisnya dan sampai sekarang ini semenjak 1 bulanan lebih rumahku selalu gelap di malam hari karena tidak ada biaya untuk melunasi semua itu. Hidupku tambah dan tambah gelap dengan semua kejadian ini.
     Ya allah aku harap sebentar, besok atau luasa ada keajaiban yang bisa mengobati walaupun beberapa masalah yang telah melanda keluargaku ini ya allah, Amin...