Jadi orang baik itu
harus siap dimusuhi
Hari ini tepatnya hari jum’at tanggal 30 Oktober merupakan
hari di mana aku harus sabar dalam menghadapi takdirku sebagai sekertaris
kelas. Mengapa ? karaena pas aku datang di ruanganku ternyata sudah banyak
temanku yang menunggu untuk meminta penjelasan tentang kehadiranku mengikuti
mata kuliah. Aku diminta untuk solid mengikuti mereka untuk tidak hadir dalam
pelajaran mata kuliah hukum pidana yang kemarin sempat berlangsung. Satu
persatu temanku menuduh kalau aku tidak mau solid. Yang paling membenciku itu
adalah 2 orang diantara mereka yang memang dari dulu malas belajar. Bisa
dibilang dia adalah propokator. Satu persatu pertanyaan dari mereka pun aku
jawab tapi lama-kelamaan suasana makin membara. Untung saja dosen untuk
matakuliah hari ini cepat datang dan ruangan kelaspun menjadi tenang. Tapi
entah kenapa aku begitu bersabar menghadapi semua ini.
Yang paling aku sedih itu mendengar kata-kata dari teman ku
Ay yang mengatakan “ Diam, disini ada orang yang mau cepat kuliah dan wisudah
sendiri. iya memang, kalau memang mau cepat kuliah harus rajin, tapi tidak
begini caranya, kita itu harus solid ( tidak mengikuti mata kuliah hari itu
supaya dosennya tidak masuk ), lagian kan kalau memang kamu nanti tidak punya
pekerjaan kan ada kami yang bisa memanggilmu untuk kerja dikantor kami nanti”.
Aku hanya diam dan berkata dalam hati “ Aku itu sebenarnya tidak mau merepotkan
orang dalam hal pekerjaan kalau memang itu bukan mauku, aku akan berusaha
sendiri walaupun tanpa kamu karena aku tidak hanya punya teman kamu”. Arf pun berkata “ Apakah maumu ? “. Lalu Suls
pin ikut berkata “ Bakar dia “. Karena bukan hanya ijasah yang ku kejar tapi
aku sangat ingin menjadi mahasiswa dengan ipk coum loud. Dan kalau memang aku
ingin bekerja sekarang, aku sudah bekerja di pengadilan di daerah sulawesi tapi
waktu itu aku menolak karena ingin belajar lebih dalam tentang ilmuku ini.
Aku sangat ingin melawan dia tapi aku malu sama temanku Dian
yang pernah menghadapi masalah yang tidak jauh bedadengan masalahku saat ini.
Dimana hampir setiap hari aku nasehati untuk sabar menghadapi masalahnya. Dan
ternyata dia pun menasehatiku kembali untuk sabar, sungguh aku gembira ketika
dian menasehatiku untuk tetap sabar. Maka disinilah aku bisa melihat siapa
teman aku dan musuh yang bersembunyi dibalik selimut. Dan ternyata aku tidak
menyesal berperilaku baik kepada temanku yang lain karena pada hari ini mereka
lebih banyak diam daripada memperkeruh suasana, tapi dibalik itu ada temanku
yang tidak menerima dengan semua ini dan terus berkomentar yaitu Yamn yang
pernah aku bantu membawa motonya kebengkel di saat kunci motornya hilang.
Sungguh hari yang penuh tantangan, memang masalanya belum
berakhir tapi dengan ini semua aku bisa lebih melihat karakteristik dari hidup
itu. Tingkah laku temanku yang mengejek aku. Aku akan membuktikan






0 komentar:
Posting Komentar