Jumat, 05 Februari 2016

Jadi orang baik itu harus siap dimusuhi



Jadi orang baik itu harus siap dimusuhi 


Hari ini tepatnya hari jum’at tanggal 30 Oktober merupakan hari di mana aku harus sabar dalam menghadapi takdirku sebagai sekertaris kelas. Mengapa ? karaena pas aku datang di ruanganku ternyata sudah banyak temanku yang menunggu untuk meminta penjelasan tentang kehadiranku mengikuti mata kuliah. Aku diminta untuk solid mengikuti mereka untuk tidak hadir dalam pelajaran mata kuliah hukum pidana yang kemarin sempat berlangsung. Satu persatu temanku menuduh kalau aku tidak mau solid. Yang paling membenciku itu adalah 2 orang diantara mereka yang memang dari dulu malas belajar. Bisa dibilang dia adalah propokator. Satu persatu pertanyaan dari mereka pun aku jawab tapi lama-kelamaan suasana makin membara. Untung saja dosen untuk matakuliah hari ini cepat datang dan ruangan kelaspun menjadi tenang. Tapi entah kenapa aku begitu bersabar menghadapi semua ini. 

Yang paling aku sedih itu mendengar kata-kata dari teman ku Ay yang mengatakan “ Diam, disini ada orang yang mau cepat kuliah dan wisudah sendiri. iya memang, kalau memang mau cepat kuliah harus rajin, tapi tidak begini caranya, kita itu harus solid ( tidak mengikuti mata kuliah hari itu supaya dosennya tidak masuk ), lagian kan kalau memang kamu nanti tidak punya pekerjaan kan ada kami yang bisa memanggilmu untuk kerja dikantor kami nanti”. Aku hanya diam dan berkata dalam hati “ Aku itu sebenarnya tidak mau merepotkan orang dalam hal pekerjaan kalau memang itu bukan mauku, aku akan berusaha sendiri walaupun tanpa kamu karena aku tidak hanya punya teman kamu”.  Arf pun berkata “ Apakah maumu ? “. Lalu Suls pin ikut berkata “ Bakar dia “. Karena bukan hanya ijasah yang ku kejar tapi aku sangat ingin menjadi mahasiswa dengan ipk coum loud. Dan kalau memang aku ingin bekerja sekarang, aku sudah bekerja di pengadilan di daerah sulawesi tapi waktu itu aku menolak karena ingin belajar lebih dalam tentang ilmuku ini. 

Aku sangat ingin melawan dia tapi aku malu sama temanku Dian yang pernah menghadapi masalah yang tidak jauh bedadengan masalahku saat ini. Dimana hampir setiap hari aku nasehati untuk sabar menghadapi masalahnya. Dan ternyata dia pun menasehatiku kembali untuk sabar, sungguh aku gembira ketika dian menasehatiku untuk tetap sabar. Maka disinilah aku bisa melihat siapa teman aku dan musuh yang bersembunyi dibalik selimut. Dan ternyata aku tidak menyesal berperilaku baik kepada temanku yang lain karena pada hari ini mereka lebih banyak diam daripada memperkeruh suasana, tapi dibalik itu ada temanku yang tidak menerima dengan semua ini dan terus berkomentar yaitu Yamn yang pernah aku bantu membawa motonya kebengkel di saat kunci motornya hilang.

Sungguh hari yang penuh tantangan, memang masalanya belum berakhir tapi dengan ini semua aku bisa lebih melihat karakteristik dari hidup itu. Tingkah laku temanku yang mengejek aku. Aku akan membuktikan

0 komentar:

Posting Komentar