Sahabatku minta aku jujur
Di hari ini hari Kamis tanggal
4 Juni 2015, Aku sampai di rumah dengan perasaan sedih yang ku bawa dari kampus
ke rumahku. Bukan soal aku dan pacarku karena memang aku belum punya pacar
tapi, ini adalah sesuatu yang mengganjal dari diriku yaitu perkataan temannku
yang sungguh membuatt aku sangat malu ketika aku berbicara dengan dia.
Dia itu lelaki dan dia
bertanya padaku, apa kamu pernah punya pacar ? apa kamu punya pacar sekarang?
Apa kamu pernah ke rumah pacarmu. Dengan lantang aku menjawab iya, aku punya
tapi aku belum pernah ke rumahnya ketemu langsung pada keluarganya meskipun itu
perkataan yang bohong yang keluar dari mulutku.
Kemudian, dia curhat dengan
senangnya kepadaku tentang pengalaman yang telah dia lakukan di saat2 pacaran
dan di saat2 dia datang ke rumah pacarnya itu. Di samping itu di dalam hatiku
berkata “ andai aku juga bisa dan segampang itu punya pacar dan yang kau alami
akan ku alami juga”.
aku tau sahabat itu adalah
teman yang mampu mengatakan kekurangan dari temannya, bukan teman yang malu
mengungkapkan kekurangan dari sahabatnya itu. Tapi entah kenapa aku sangat suka
jika seseorang mengatakan atau mengkritik kekuranganku dan di samping itu juga
aku tidak ingin kekuranganku di nilai bagaimanapun karena aku orangnya ngak mau
di atur dan di ajak pada apa yang temanku jalani.
Entah semua itu di lakukan
hanya karena untuk mengetahui apa yang sebenarnya dia rasakan dan berbagi
kepadaku perasaan sengang itu atau untuk menyombongkan diri kepadaku ataukah
mungkin dia ingin menyindir akun karena belakangan ini aku ngak pernah bersama
seseorang lagi. Tapi aku punya motivasi yaitu “ Jangan selalu jadi anak ayam
yang selalu ingin ikut dengan induknya”.






0 komentar:
Posting Komentar