Jumat, 05 Februari 2016

Sahabatku minta aku jujur



Sahabatku minta aku jujur


     Di hari ini hari Kamis tanggal 4 Juni 2015, Aku sampai di rumah dengan perasaan sedih yang ku bawa dari kampus ke rumahku. Bukan soal aku dan pacarku karena memang aku belum punya pacar tapi, ini adalah sesuatu yang mengganjal dari diriku yaitu perkataan temannku yang sungguh membuatt aku sangat malu ketika aku berbicara dengan dia.
Dia itu lelaki dan dia bertanya padaku, apa kamu pernah punya pacar ? apa kamu punya pacar sekarang? Apa kamu pernah ke rumah pacarmu. Dengan lantang aku menjawab iya, aku punya tapi aku belum pernah ke rumahnya ketemu langsung pada keluarganya meskipun itu perkataan yang bohong yang keluar dari mulutku.
       Kemudian, dia curhat dengan senangnya kepadaku tentang pengalaman yang telah dia lakukan di saat2 pacaran dan di saat2 dia datang ke rumah pacarnya itu. Di samping itu di dalam hatiku berkata “ andai aku juga bisa dan segampang itu punya pacar dan yang kau alami akan ku alami juga”. 
     aku tau sahabat itu adalah teman yang mampu mengatakan kekurangan dari temannya, bukan teman yang malu mengungkapkan kekurangan dari sahabatnya itu. Tapi entah kenapa aku sangat suka jika seseorang mengatakan atau mengkritik kekuranganku dan di samping itu juga aku tidak ingin kekuranganku di nilai bagaimanapun karena aku orangnya ngak mau di atur dan di ajak pada apa yang temanku jalani.
Entah semua itu di lakukan hanya karena untuk mengetahui apa yang sebenarnya dia rasakan dan berbagi kepadaku perasaan sengang itu atau untuk menyombongkan diri kepadaku ataukah mungkin dia ingin menyindir akun karena belakangan ini aku ngak pernah bersama seseorang lagi. Tapi aku punya motivasi yaitu “ Jangan selalu jadi anak ayam yang selalu ingin ikut dengan induknya”.

0 komentar:

Posting Komentar